Mitsubishi

Berita

5 Kesalahan Fatal Penyebab Kecelakaan
December 31, 2021

Salam hangat, Sahabat Mitsubishi Lautan Berlian.

Perkembangan teknologi saat ini semakin dinamis, terlebih dengan adanya transformasi digital dalam dunia bisnis yang menuntut perusahaan mampu beradaptasi agar tetap bisa menjalin koneksi yang erat dengan para customer-nya. 

Begitupun kami. Kini kami hadir menemani Anda semua dalam versi digital setelah sebelumnya terbit dengan 10 edisi dalam bentuk majalah cetak. Dengan kehadiran kami di ranah digital, kami berharap agar kami bisa lebih terkoneksi dengan Anda sekaligus meningkatkan pelayanan demi memberikan yang terbaik untuk Anda. 

Kami akan berbagi informasi seputar berita, tips, tren otomotif, isu terkini, info tentang produk Mitsubishi, dan masih banyak lagi, untuk bisa Anda nikmati sembari menemani waktu luang Anda. 

Untuk itu, selamat menikmati konten digital kami! Semoga kehadiran kami dengan wajah baru ini bisa menyenangkan hari Anda dan membantu menemukan apa yang Anda cari seputar dunia otomotif.

5 Kesalahan Fatal Dalam Mengemudi yang Bisa Menyebabkan Kecelakaan

Banyak orang yang merasa mampu mengemudi, tapi tidak paham bagaimana etika berkendara, membaca dan mematuhi rambu, serta mengendalikan emosi. Mampu menyetir saja tidak cukup. Ketika mengendarai mobil, banyak faktor lain di jalan yang juga harus Anda perhitungkan supaya bisa selamat sampai tujuan. Berikut ini adalah lima kesalahan fatal yang sering dijumpai sebagai penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas: 

  • Mengemudi Dengan Kecepatan Tinggi di Jalan Rusak

Tidak semua kondisi yang Anda temui itu akan selalu bagus. Semakin tinggi jam terbang menyetir, semakin banyak kondisi jalan yang akan Anda lalui. Di jalan rusak atau yang sedang diperbaiki, jangan pernah mengemudi dengan kecepatan tinggi. Kalau Anda mengerem mendadak saat bertemu lubang di jalan, kendaraan di belakang bisa menabrak mobil Anda. Ingat juga bahwa selain bahaya kecelakaan, mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan yang tidak rata itu bisa merusak komponen mobil. 

  1. Mengemudi di Atas 100km/jam

Kesalahan ini paling sering dilakukan oleh pengemudi pemula. Biasanya, orang yang baru bisa menyetir mobil akan tergoda untuk melarikannya dengan kecepatan tinggi. Ingatlah bahwa bahkan di jalan tol, tidak disarankan untuk melajukan kendaraan lebih dari 100km/jam, karena jalan tol hanya didesain untuk kecepatan maksimum 100km/jam. Bahan aspal di jalan tol punya nilai koefisien gesek dengan telapak ban. Kalau mobil kecepatannya di atas 100km/jam, gesekan ban ke permukaan jalan tidak akan memberikan jarak pengereman yang aman. 

  1. Tidak Tahu Fungsi Utama Bahu Jalan dan Lajur Kanan

Masih banyak dari kita yang belum bisa membedakan antara bahu jalan dan lajur kanan. Dalam keadaan darurat, seperti misalnya ban pecah atau rem blong, Anda harus bisa memutuskan dengan cepat mau mengarahkan mobil ke mana. Di jalan tol sendiri, ada empat titik yang bisa dipilih kalau terjadi keadaan darurat seperti ini: jalur darurat, jalur paling kanan, dan area rumput pinggir kanan dan kiri. Sayangnya, bahu jalan malah seringnya dipakai untuk menyalip. 

  1. Terlalu Lama Menahan Kopling

Pada mobil manual, menahan kopling adalah hal yang biasa dilakukan di tengah kemacetan atau di medan menanjak. Ini maksudnya supaya mobil tidak bergerak mundur. Sayangnya, kalau dilakukan dalam waktu yang lama, kopling jadi cepat “aus”, di mana kopling jadi rusak berat yang biasanya ditimbulkan seperti bau karet terbakar. Itu berasal dari kopling yang panas. Untuk menghidarinyam gunakan rem tangan saat macet atau saat di tanjakan. 

Namun sekarang, mobil-mobil terkini sudah dilengkapi dengan EPB (Electroni Parking Brake). Salah satu mobil yang punya fitur ini adalah Mitsubishi Xpander. Sistem ini memudahkan Anda untuk menghentikan kendaraan. Dengan itu, Anda tidak perlu lagi menarik tuas rem tangan karena sudah dibantu dengan kendali elektronik ini.

  1. Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Lebat

Sebetulnya, lampu hazard cuma digunakan sebagai penanda bahwa mobil dalam keadaan darurat. Sayangnya, kebanyakan pengendara menggunakan lampu hazard untuk memperjelas kendaraannya saat hujan lebat. Ini bisa membingungkan pengendara yang berada di belakang Anda, apalagi saat Anda pindah jalur. Kalau Anda menyalakan lampu sein saat lampu hazard menyala, lampu sein tidak akan terlihat. Ini bisa membahayakan dan bahkan menyebabkan kecelakaan. 

Sumber: https://otoseken.gridoto.com/read/342982067/3-kesalahan-fatal-pengemudi-di-tol-pemicu-kecelakaan-ini-kata-instruktur-safety?page=2

https://kursusmengemudi.id/belajar-mengemudi/kesalahan-saat-mengemudi-yang-harus-kamu-hindari/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211126164628-307-726573/fitur-keselamatan-new-xpander-ini-buat-berkendara-makin-aman)